Transaksi
Isi harga dan lot pada baris transaksi untuk melihat hasil.
Tambahkan minimal satu transaksi untuk melihat hasil.
Pertanyaan Seputar Average Harga Saham
Average down artinya kamu beli lagi saham yang sama setelah harganya turun. Tujuannya menurunkan rata-rata harga beli, sehingga kamu tidak perlu menunggu harga balik ke harga beli awal untuk balik modal.
Kalikan setiap harga beli dengan jumlah lot yang dibeli, jumlahkan semuanya, lalu bagi dengan total lot. Kalkulator ini melakukannya otomatis — cukup masukkan setiap transaksi pembelianmu.
Average down dilakukan saat harga turun (menurunkan harga rata-rata beli). Average up dilakukan saat harga naik (menaikkan harga rata-rata beli). Keduanya valid tergantung strategi dan keyakinan terhadap sahamnya.
Tidak selalu. Average down bagus untuk saham yang fundamentalnya kuat dan turun karena sentimen pasar sementara. Tapi untuk saham yang turun karena bisnisnya memburuk, average down justru bisa memperbesar kerugian.
Tidak ada aturan baku. Tapi semakin banyak average, semakin besar eksposurmu ke satu saham. Banyak investor membatasi satu saham maksimal 10–20% dari total portofolio untuk mengelola risiko.
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), 1 lot setara dengan 100 lembar saham. Jadi kalau harga saham Rp 1.000, 1 lot harganya Rp 100.000 (belum termasuk biaya broker).
Tergantung analisismu. Kalau bisnisnya masih bagus dan turunnya hanya karena panik atau sentimen, average down bisa menguntungkan. Kalau fundamentalnya sudah berubah buruk, cut loss lebih bijak daripada terus nambah posisi.